This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

BMX is My Life

BMX for Life and Life for BMX.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Story Of Vans

Story Of Vans Paul Van Doren, lahir pada tahun 1930 dan tinggal di boston. Paul keluar dari sekolah waktu dia baru naik ke kelas 3 junior highschool, kemudian memutuskan untuk serius dalam hobi berkudanya pada saat itu.

Tampilkan postingan dengan label Tentang BMX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang BMX. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2013

Komponen-Komponen Penyusun Cassette HUb (BMX)

  • Komponen dalam Cassette Hub


  • Keterangan :
A. Non-drive locknut
B. Non-drive cone spacer
C. Driver o-ring
D. Hub bearings
E. Driver bearings
F. Driver spacer
G. Springs 

Spring/Per (yg biasanya terdapat pada Hub mahal)

Spring/per

#Biasanya terdapat pada hub nolabel/ yang murah-murah


H. Pawls
-----------------------Contoh beberapa jenis Pawl-----------------------

Biasanya terdapat pada jenis Hub Menengah kebawah, Misal : Salt AM, salt Pro, Nolabel, Odyssey V3, dll

Biasanya terdapat pada jenis Hub Menengah keatas (mahal), Misal : Saltplus, Odyssey, eclat. dll

I. Driver
------------------------Contoh beberapa bentuk Driver-----------------------




#Namun pada beberapa jenis model Cassette hub terbaru letak Pawl dan spring tidak diletakkan pada Driver melainkan di dalam body hub. Lihat gambar dibawah :




J. Drive-side locknut
K. Axle
L. Hub body
M. Ratchet ring

Headset Oversize dan Headset integrated

Headset Oversize dan Headset integrated

Headset adalah
Bagian depan Frame yang didalamnya terdapat bearing dan komponen penyusun lainnya yang berfungsi sebagai poros/engsel untuk putaran sterir pada fork.

1. Headset Standard/Oversize : Headset yang masih menggunakan pelor/loseball dan mangkokan(mangkokan bisa dicopot) sebagai tempat/rumah pelor(loseball). Biasanya terdapat pada jenis sepeda-sepeda biasa dan keluaran lama.
- Kekurangan : Lebih cepet rusak (tergantung merk dan kualitas), putaran kurang halus/smooth, lebih berat dibanding Integrated headset, komponen penyusunnya banyak (kurang Praktis), pemasangan agak ribet, dll.
- Kelebihan : Murah (tergantung merk dan kualitas)




------Bentuk Headtube untuk Headset Standard/Oversize-------------------



2. Integrated Headset : Headset yang tidak menggunakan pelor/loseball tetapi menggunakan Bearing/laher dan rumah bearing/laher(mangkokan) menyatu dengan headtube tak bisa dilepas. Biasanya terdapat pada sepeda keluaran baru dan sepeda yg dirancang kusus untuk kekuatan dan ketahan (sepeda-sepeda mahal)

- Kekurangan : Harga mahal (Tergantung merk dan kualitas)
- Kelebihan : Lebih kuat dan tahan lama (Tergantung merk dan kualitas), Putaran lebih halus dan smooth, Lebih ringan dibanding Headset Internal/ Oversize, Komponen penyusun sedikit, Pemasangan Mudah.


-------------------------Bentuk Headtube untuk Headset Integrated--------------------

Terimakasih telah berkunjung :)
dan untuk Menghargai jasa penulis silahkan klik salah satu iklan dibawah!

Bagian-Bagian Frame BMX




Nama Bagian-Bagian dari Frame BMX
Terimakasih telah berkunjung :)
dan untuk Menghargai jasa penulis silahkan klik salah satu iklan dibawah!

Macam Alloy (Alluminium) dan Paduannya

ALLOY (ALUMUNIUM)
  • Alloy (Alumunium) adalah bahan campuran yang mempunyai sifat-sifat logam, terdiri dari dua atau lebih unsur-unsur, dan sebagai unsur utama campuran adalah logam, Sebagai tambahan terhadap kekuatan mekaniknya yang sangat meningkat dengan penambahan Cu, Mg, Si. Mn, Zn, Ni, dan sebagainya, secara satu persatu atau bersama-sama.

  • Paduan aluminium dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu alumunium wronglt alloy(lembaran) dan alumunium costing alloy (batang cor). Alumunium (99,99%) memiliki berat jenis sebesar 2,7 g/cm3, densitas 2,685 kg/m3, dan titik leburnya pada suhu 6600C, alumunium memiliki strength to weight ratio yang lebih tinggi dari baja. Sifat tahan korosi alumunium diperoleh dari terbentuknya lapisan oksida alumunium dari permukaan alumunium. Lapisan oksida ini melekat kuat dan rapat pada permukaan, serta stabil(tidak bereaksi dengan lingkungan sekitarnya) sehingga melindungi bagian dalam.
Unsur- unsur paduan dalam almunium antara lain:

1. Copper (Cu), menaikkan kekuatan dan kekerasan, namun menurunkan elongasi (pertambahan panjang pangjangan saat ditarik). Kandungan Cu dalam alumunium yang paling optimal adalah antara 4-6%.

2. Zink atau Seng (Zn), menaikkan nilai tensile.

3. Mangan (Mn), menaikkan kekuatan dalam temperature tinggi.

4. Magnesium (Mg), menaikkan kekuatan alumunium dan menurunkan nilai ductility-nya. Ketahanan korosi dan weldability juga baik.

5. Silikon (Si), menyebabkan paduan alumunium tersebut bisa diperlakukan panas untuk menaikkan kekerasannya.

6. Lithium (Li), ditambahkan untuk memperbaiki sifat tahan oksidasinya.
  •    Alumunium copper alloy (seri 2xxx)
 Paduan ini dapat di heat treatment terutama yang mengandung (2,5-5%) Cu. Dari seri ini yang terkenal seri 2017 dikenal dengan nama “duralimin” mengandung 4%Cu, 0,5%Mg, 0,5%Mn pada komposisi standard. Paduan ini Mg ditingkatkan pada komposisi standard dari Al, 4,5%Cu, 1,5%Mg, 0,5%Mn, dinamakan paduan 2024 yang bernama Duralumin Super. Paduan yang memiliki Cu mempunyai ketahanan korosi yang jelek, jadi apabila ketahanan korosi khusus diperlukan permukaannya dilapisi dengan Al murni atau paduan Al yang tahan korosi yang disebut pelat alkad. Paduan ini banyak digunakan untuk alat-alat yang bekerja pada temperatur tinggi misalnya pada piston dan silinder head motor bakar.
  • Alumunium magnese alloy (seri 3xxx)
Mn adalah unsur yang memperkuat Al tanpa mengurangi ketahanan korosi dan dipakai untuk membuat paduan yang tahan korosi. Dalam diagram fasa, Al-Mn yang ada dalam keseimbangan dengan larutan padat Al adalah Al6Mn(25,3%). Sebenarnya paduan Al-1,2%Mn dan Al-1,2%Mn-1,0%Mg dinamakan paduan 3003 dan 3004 yang dipergunakan sebagai paduan tanpa perlakuan panas. Paduan dalam seri ini tidak dapat dikeraskan dengan heat treatment. Seri 3003 dengan 1,2%Mn mudah dibentuk, tahan korosi, dan (weldability) baik. Banyak digunakan untuk pipa dan tangki minyak.

  • Alumunium silikon alloy (seri 4xxx)
 Paduan Al-Si sangat baik kecairannya, yang mempunyai permukaan yang sangat bagus, tanpa kegetasan panas, dan sangat baik untuk paduan coran. Sebagai tambahan, paduan ini memiliki ketahanan korosi yang baik, sangat ringan, koefisien pemuaian yang sangat kecil, dan sebagai penghantar panas dan listrik yang baik. Karena memiliki kelebihan yang baik, paduan ini sangat banyak dipakai. Tetapi dalam hal ini modifikasi tidak perlu dilakukan. Sifat-sifat silumin sangat diperbaiki oleh perlakuan panas dan sedikit diperbaiki oleh unsur paduan. Umumnya dilakukan paduan dengan 0,15-0,4%Mn dan 0,5%Mg. Paduan yang diberi perlakuan pelarutan dan dituakan dinamakan silumin gamma dan yang hanya ditemper dinamakan silumin beta. Paduan yang memerlukan perlakuan panas ditambah dengan Mg juga Cu serta Ni untuk memberikan kekerasan pada saat panas, bahan ini biasa digunakan untuk torak motor. Koefisien pemuaian termal Si yang sangat rendah membuat koefisien termal paduannya juga rendah apabila ditambah Si lebih banyak. Telah dikembangkan paduan hypereutektik Al-Si sampai 29% Si untuk memperhalus butir primer Si. Proses penghalusan akan lebih efektif dengan penambahan P oleh paduan Cu-P atau penambahan fosfor klorida (PCl5) untuk mencapai presentasi 0,001%P, dapat tercapai penghalusan primer dan homogenisasi. Paduan Al-Si banyak dipakai sebagai elektroda untuk pengelasan yaitu terutama mengandung 5%Si. Paduan seri ini non heat treatable. Paduan seri 4032 yang mengandung 12,5%Si mudah ditempa dan memiliki koefisien muai panas sangat rendah digunakan untuk piston yang ditempa.

  •   Alumunium magnesium alloy (seri 5xxx)
 Dalam paduan biner Al-Mg satu fasa yang ada dalam keseimbangan dengan larutan padat Al adalah larutan padat yang merupakan senyawa antar logam Al3Mg2. Sel satuannya merupakan hexagonal susunan rapat (eph) tetapi ada juga yang sel satuannya kubus berpusat muka (fcc) rumit. Titik eutetiknya adalah 450ºC, 35%Mg dan batas kelarutan padatnya pada temperature eutektik adalah 17,4% yang menurun pada temperature biasa sampai kira-kira 1,9%Mg, jadi kemampuan penuaan dapat diharapkan. Paduan Al-Mg mempunyai ketahanan korosi yang sangat baik  disebut hidrinalium. Paduan dengan 2-3%Mg dapat mudah ditempa, dirol dan diekstrusi. Paduan Al-Mg umumnya non heat tretable. Seri 5052 dengan 2,5%Mg banyak digunakan untuk campuran minyak dan bahan bakar pesawat terbang. Seri 5052 biasa digunakan sebagai bahan tempaan. Paduan 5056 adalah paduan paling kuat setelah dikeraskan oleh pengerasan regangan apabila diperlakukan kekerasan tinggi. Paduan 5083 yang dianil adalah paduan antara (4,5%Mg) yang kuat dan mudah dilas sehingga banyak digunakan sebagai bahan untuk tangki LNG. Seri 5005 dengan 0,8%Mg banyak digunakan sebagai batang profil extrusi. Seri 5050 dengan 1,2%Mg dipakai sebagai pipa saluran minyak dan gas pada kendaraan.  

  •  Alumunium magnesium silikon alloy (seri 6xxx)
Penambahan sedikit Mg pada Al akan menyebabkan pengerasan penuaan sangat jarang terjadi, namun apabila secara simultan mengandung Si, maka dapat diperkeras dengan penuaan panas setelah perlakuan pelarutan. Hal ini dikarenakan senyawa M2Si berkelakuan sebagai komponen murni dan membuat keseimbangan dari sistem biner semu dengan Al. Paduan dalam sistem ini memiliki kekuatan yang lebih kecil dibanding paduan lainnya yang digunakan sebagai bahan tempaan, tetapi sangat liat, sangat baik kemampuan bentuknya untuk penempaan, ekstrusi dan sebagai tambahan dapat diperkuat dengan perlakuan panas setelah pengerjaan. Paduan 6063 banyak digunakan sebagai rangka konstruksi. Karena paduannya memiliki kekuatan yang cukup baik tanpa mengurangi hantaran listrik maka dipergunakan untuk kabel tenaga. Dalam hal ini percampuran dengan Cu, Fe, dan Mn perlu dihindari karena unsur-unsur tersebut menyebabkan tahanan listrik menjadi tinggi. Magnesium dan Silikon membentuk senyawa Mg2Si (Magnesium Silisida) yang memberikan kekuatan tinggi pada paduan ini setelah proses heat treatment. Seri 6053, 6061, 6063 memiliki sifat tahan korosi sangat baik dari pada heat treatable aluminium lainnya. Penggunaan aluminium seri 6xxx banyak digunakan untuk piston motor dan silinder head motor bakar, part sepeda. dll

  •  Alumunium zink alloy (seri 7xxx)
 Aluminium menyebabkan keseimbangan biner semu dengan senyawa antar logam MgZn2dan kelarutannya menurun apabila temperaturnya turun. Telah diketahui sejak lama bahwa paduan sistem ini dapat dibuat keras sekali dengan penuaian setelah perlakuan pelarutan. Tetapi sejak lama, tidak dipakai sebab mempunyai sifat patah getas oleh retakan korosi tegangan. Di Jepang pada permulaan tahun 1940, Iragashi dkk mengadakan studi dan berhasil dalam pengembangan suatu paduan dengan penambahan kira-kira 0,3%Mn atau Cr, dimana bitur Kristal padat diperhalus, dan mengubah bentuk presipitasi serta retakan korosi tegangan tidak terjadi. Pada saat itu paduan tersebut dinamakan ESD, Duralumin, superekstra. Selama perang dunia ke II, di Amerika Serikat dengan maksud yang hampir sama telah dikembangkan pula suatu paduan, yaitu suatu paduan yang terdiri dari Al-5, 5%Zn-2,5%Mn-1,5%Cu-0,3%Cr-0,2%Mn, sekarang dinamakan paduan 7075. Paduan ini mempunyai kekuatan tertinggi diantara paduan-paduan lainnya. Penggunaan paduan ini paling besar adalah untuk konstruksi pesawat udara. Di samping itu penggunaannya menjadi lebih penting sebagai bahan konstruksi. 

a.       #Sifat Mekanis
Kekuatan
Kekuatan dan kekerasan aluminium tidak begitu tinggi. Namun, dengan adanya pemaduan dan heat treatment dapat meningkatkan kekuatan dan kekerasannya. Kebanyakan material aluminium ditingkatkan kekuatannya dengan suatu mekanisme penguatan bahan logam yang disebut precipitation hardening. Dalam precipitation hardening harus ada dua fasa, yaitu fasa yang jumlahnya lebih banyak disebut matriks dan fasa yang jumlahnya lebih sedikit disebut precipitate. Mekanisme penguatan ini meliputi tiga tahapan, yaitu solid solution treatment: memanaskan hingga diatas garis solvus untuk mendapatkan fasa larutan padat yang homogen, quenching: didinginkan dengan cepat untuk mempertahankan struktur mikro fasa padat homogeny agar tidak terjadi difusi, dan aging: dipanaskan dengan temperatur tidak terlalu tinggi agar terjadi difusi fasa alpha pada jarak  membentuk precipitate. Selain itu, ada beberapa cara pengujian kekerasan yang berstandar yang digunakan untuk menguji kekerasan logam yaitu antara lain pengujian Brinell, Rockwell, Vickers, Shore, dan Meyer.
Modulus Elastisitas
Aluminium memiliki modulus elastisitas yang lebih rendah bila dibandingkan dengan baja maupun besi, tetapi dari sisi strength to weight ratio, aluminium lebih baik. Aluminium yang elastis memiliki titik lebur yang lebih rendah dan kepadatan. Dalam kondisi yang dicairkan dapat diproses dalam berbagai cara. Hal ini yang memungkinkan produk-produk dari aluminium yang akan dibentuk pada dasarnya dekat dengan akhir dari desain produk.


Keuletan (ductility)
Semakin tinggi tingkat kemurnian aluminium maka akan semakin tinggi tingkat keuletannya.
Fatigue (Kelelahan)
Bahan aluminium tidak menunjukan batas kepenatan, karena aluminium akan gagal jika ditekan.
Recyclability (daya untuk didaur ulang)
Aluminium adalah 100% bahan yang didaur ulang tanpa downgrading dari kualitas. Yang kembali dari aluminium, peleburannya memerlukan sedikit energy, hanya sekitar 5% dari energy yang diperlukan untuk memproduksi logam utama yang pada awalnya diperlukan dalam proses daur ulang.
Reflectivity (daya pemantulan)
Aluminium adalah reflektor yang terlihat cahaya serta panas, dan yang bersama-sama dengan berat rendah, membuatnya ideal untuk bahan reflektor misalnya perabotan ringan. 

Alumunium memiliki sifat-sifat yang lebih baik dari logam lainnya seperti : 
- Ringan : memiliki bobot sekitar 1/3 dari bobot besi dan baja, atau
tembaga dan karenanya banyak digunakan dalam industri
transportasi seperti angkutan udara. 
- Kuat : terutama bila dipadu dengan logam lain. Digunakan untuk
pembuatan produk yang memerlukan kekuatan tinggi seperti :
pesawat terbang, kapal laut, bejana tekan, kendaraan dan lainlain.

- Mudah dibentuk dengan semua proses pengerjaan logam. Mudah
dirakit karena dapat disambung dengan logam/material lainnya
melalui pengelasan, brazing, solder, adhesmekanis, atau dengan teknik penyambungan lainnya. 
- Tahan korosi : sifatnya durabel sehingga baik dipakai untuk
lingkungan yang dipengaruhi oleh unsur-unsur seperti air, udara,
suhu dan unsur-unsur kimia lainnya, baik di ruang angkasa atau
bahkan sampai ke dasar laut. 
- Konduktor listrik : setiap satu kilogram aluminium dapat 
menghantarkan arus listrik dua kali lebih besar jika dibandingkan
dengan tembaga. Karena aluminium relatif tidak mahal dan
ringan, maka aluminium sangat baik untuk kabel-kabel listrik
overhead maupun bawah tanah. 
- Konduktor panas : sifat ini sangat baik untuk penggunaan pada
mesin-mesin/alat-alat pemindah panas sehingga dapat
memberikan penghematan energi. 
- Memantulkan sinar dan panas : Dapat dibuat sedemikian rupa
sehingga memiliki kemampuan pantul yang tinggi yaitu sekitar
95% dibandingkan dengan kekuatan pantul sebuah cermin. Sifat
pantul ini menjadikan aluminium sangat baik untuk peralatan
penahan radiasi panas. 
- Non magnetik : dan karenanya sangat baik untuk penggunaan
pada peralatan listrik/elektronik, pemancar radio/TV. dan lainlain,
dimana diperlukan faktor magnetisasi negatif. 
- Tak beracun : dan karenanya sangat baik untuk penggunaan
pada industri makanan, minuman, dan obat-obatan, yaitu untuik
peti kemas dan pembungkus. 
- Memiliki ketangguhan yang baik : dalam keadaan dingin dan
tidak seperti logam lainnya yang menjadi getas bila didinginkan.
Sifat ini sangat baik untuk penggunaan pada pemrosesan maupun
transportasi LNG dimana suhu gas cair LNG ini dapat mencapai 
dibawah -150oC.
- Menarik : dan karena itu aluminium sering digunakan tanpa 
diberi proses pengerjaan akhir. Tampak permukaan aluminium
sangat menarik dan karena itu cocok untuk perabot rumah
(hiasan), bahan bangunan dan mobil. Disamping itu aluminium
dapat diberi surface treatment, dapat dikilapkan, disikat atau
dicat dengan berbagai warna, dan juga diberi proses anodisasi.
Proses ini menghasilkan lapisan yang juga dapat melindungi
logam dari goresan dan jenis abrasi lainnya. 
- Mampu diproses ulang guna yaitu dengan mengolahnya kembali
melalui proses peleburan dan selanjutnya dibentuk menjadi
produk seperti yang diinginkan Proses ulang-guna ini dapat
menghemat energi, modal dan bahan baku yang berharga. 
1.        Alumunium paduan
Alumunium paduan dikelompokkan dalam berbagai standard oleh berbagai Negara di dunia. Namun, pengklasifikasian yang paling terkenal dan sempurna adalah standard Alumunium Association (AA) di Amerika yang didasarkan pada standard sebelumnya daro Alcoa ( Alumunium Company of America).
a.         Alumunium copper alloy (seri 2xxx)
Paduan ini dapat di heat treatment terutama yang mengandung (2,5-5%) Cu. Dari seri ini yang terkenal seri 2017 dikenal dengan nama “duralimin” mengandung 4%Cu, 0,5%Mg, 0,5%Mn pada komposisi standard. Paduan ini Mg ditingkatkan pada komposisi standard dari Al, 4,5%Cu, 1,5%Mg, 0,5%Mn, dinamakan paduan 2024 yang bernama Duralumin Super. Paduan yang memiliki Cu mempunyai ketahanan korosi yang jelek, jadi apabila ketahanan korosi khusus diperlukan permukaannya dilapisi dengan Al murni atau paduan Al yang tahan korosi yang disebut pelat alkad. Paduan ini banyak digunakan untuk alat-alat yang bekerja pada temperatur tinggi misalnya pada piston dan silinder head motor bakar.

Terimakasih telah berkunjung :)
dan untuk Menghargai jasa penulis silahkan klik salah satu iklan dibawah!

Frame Material

Kebanyakan dari kita familiar dengan 4130, kita juga cari frame dengan
spesifikasi minimal "100% 4130",... tapi apa sih 4130 itu....?

4130 dan banyak material keren lainnya terdiri dari sekitar 95% besi
(Fe). Tapi besi dalam keadaan sendiri sifatnya sangat sangat lunak. Besi
murni kira2 kekuatannya cuma sepersepuluh kekuatan 4130, padahal 4130
cuma ada 95% besi... jadi sisanya yang 5% pasti sangat penting fungsinya.

Analogi pencampurannya seperti ini,.. Kamu bikin secangkir teh manis.
Kalo kamu masukkan sebuah tea bag (teh celup) ke air panas, partikel2
kecil dari daun tehnya akan keluar dari kantong teh dan melayang2 di
dalam air. sama halnya dengan gula, dia akan menghilang begitu saja ke
dalam air. jadi campuran itu akan 99% tetap berupa air tapi rasanya
jauuh lebih enak dari pada cuma air saja.
Hal ini juga yang berlaku pada proses pencampuran 4130 tadi. Metal yang
lain seperti Chromium dan Molybdenum dan metal2 yang lain bercampur
bersama tapi mereka tidak melebur menjadi satu.

Metal terdiri dari kristal2. jadi besi dalam pipa2 frame kita terdiri
dari kristal2 kecil yg menumpuk bersama2. ikatan antara kristal2 ini
sangat kuat, tapi ikatan dari 1 kristal ke kristal yg disebelahnya
relatif lemah. jadi sebuah besi dapat bisa dengan mudah dibengkokkan,
karena kristal2nya terpisah dengan mudah. Baja adalah besi dengan
sedikit karbon tercampur didalamnya. karbon2 ini mengisi celah2 diantara
kristal2 besi dan merekatkan mereka. hal ini menyebabkan sebuah baja
akan jauuhhh lebih susah di bengkokkan daripada besi.

Manusia telah membuat baja cukup lama, dan kita telah cukup menguasai
hal ini, sedikit perbedaan karbon akan membuat perbedaan yg significant
terhadap kekuatan baja. kita juga telah menggunakan baja dalam banyak
sekali aspek.

Untuk mendapatkan yg lebih baik lagi dari baja, kita menambahkan sedikit
dari beberapa metal lainnya. Cukup 1 atau 2% saja dan kita sudah
melangkah ke tingkatan yg sama sekali baru. Proses ini disebut
'alloying' atau baja campuran, 4130 masuk kedalam keluarga ini.
proses alloying ini melakukan hal yang sama seperti penambahan karbon,
mengisi celah2 kristal besi dengan kristal2 log`m lain yg lebih kecil
seperti chromium dan molybdenum. Semakin kecil celahnya, maka kristal2
besi akan melekat semakin kuat dan membuat struktur keseluruhan menjadi
jauh lebih kuat.

Baja akan selalu mempunyai kontaminasi didalamnya. unsur2 seperti
sulphur dan phosporous bisa masuk kedalamnya. sama seperti penambahan
sedikit karbon bisa menambah kekuatan secara signifikan, adanya unsur2
pengotor ini juga bisa merusak kekuatan struktur keseluruhan secara
signifikan. Proses menghilangkan unsur2 pengotor ini bisa jadi sangat
sulit dan mahal.

Jadi,... kita cuma harus mencampur bumbu2 yang tepat dalam kadar yg
sempurna lalu BAM! kita udah punya 4130??? urm... gak juga.
Setelah semua material siap, ada banyak sekali hal2 yang akan
mempengaruhi kekuatan struktur keseluruhan secara signifikan juga.
Salah satu yg terpenting adalah bagaimana dari campuran itu kita akan
membuat pipa. beberapa pipa yang murah dibuat dengan cara diroll dari
sebuah pelat, sementara yg mahal akan dibuat dengan cara 'ditarik' dari
sebuah bongkahan block 4130. kita juga dapat mengubah bentuk dan ukuran
dengan bantuan panas, nha.... disinilahh semuanya jadi makin rumit...

Ketika kita bicara 'kekuatan', kita sebenarnya tidak terlalu spesifik.
Ada beberapa macam 'kekuatan' tapi secara umum ketika kita memilih pipa
untuk frame sepeda, kita kan menginginkan 'ultimate tensile strength'
(UTS) yaitu perbandingan langsung sifat kekuatan dan lemahnya.

tapi didalamnya, kita akan menginginkan sifat 'yield strength' (kekuatan
terhadap beban yang akan membuatnya berubah bentuk secara permanen),
'fatique strength' (ketahanan terhadap beban berulang2) dan kita juga
akan menginginkan 'elongasi' (seberapa jauh material akan begkok sebelum
dia patah) yang baik.

sayangnya sifat2 material ini sering dihubung2kan. dengan menggunakan
perlakuan panas, kita dapat mengubah2 sifat logam tapi seiring naiknya
nilai UTS maka material akan menjadi semakin getas, jadi nilai elongasi
akan turun dan nilai UTS dan yield strength akan saling mendekati yg
berarti kekuatan lelahnya turun (fatique strength). hal ini artinya
kkita akan mendapatkan material yang memberikan sedikit peringatan
sebelum dia patah. sekarang nampak baik2 saja, sesaat kemudian sudah
patah

Info2 seperti ini ada gunanya gak sehhhh???
Well,... ya ini informasi dasar. dengan mengetahui hal ini mudah2an kita
akan menjadi lebih kebal terhadap promosi2 tukang jual frame.
sekarang kita lihat contoh yg spesisfik.

Frame A, adalah buatan Taiwan sangat biasa sekali. mungkin akan ada
stiker 'tri-moly' diatasnya atau ada stiker di down tube nya '100%
chromoly', yang sebetulnya gak ada artinya. bisa jadi salah satu pipanya
100% chromoly, tapi akan ada buanyakkk sekali pipa yang bisa
dideskripsikan sebagai chromoly dan kebanyakan cuma 'rubbish'.

Frame B, sebuah entry level frame dari sebuah perusahaan BMX yg beneran.
iklannya bilang frame itu 100% 4130, nha sekarang baru kita bisa
ngomong.. mungkin akan ada campuran chromium, molybdenum dalam skala
yang rasional. tentu saja akan lebih kuat dari pada frame A, tapi
seberapa banyak campuran pengotor yg ikut didalamnya adalah cuma Tuhan
yang tahu...

Frame C, adalah frame dari perusahaan milik rider. mungkin frame itu
pakai pipa 4130 bermerk atau ANSI 4130. ANSI artinya “American National
Standards Institute” atau standar nasional untuk material. mereka punya
peraturan yg ketat menyangkut pengkategorian material. jadi kalau pipa
sudah bawa serial ANSI maka bisa dipastikan pipa itu bagus. mungkin juga
frame C ini pakai pipa bermerk, tapi merk kan relatif.. bener tapi tetap
lebih baik daripada pipa tanpa merk atau tanpa standar ANSI.

Frame D, adalah frame paling bagus sedunia setengah. iklannya bilang
pipanya super buaguuussss dipress pake inilahh itulahh aau mungkin gak
sama sekali. tapi yg jelas pipanya spesial, bukan yg biasa.

Nha,... trus yg mana yg lebih kuat?

gak bisa dijawab semudah itu. kekuatan sebuah frame ditentukan tidak
hanya dari bahan apa dia dibuat.

Mungkin frame A dibuat dari pipa yg kekuatannya cuma setengah dari frame
C tapi jika dia dibuat dengan ketebalan 2x frame C maka bisa jadi frame
A akan mempunyai kekuatan yg sama bahkan mungkin lebih kuat. meskipun
akan jadi terlalu berat untuk dikendarai...

Frame D mungkin dibuat dari pipa yg 50% lebih kuat dari frame C, tapi
jika dia menggunakan pipa yg lebih tipis setengahnya untuk mengurangi
berat (ingat semua pipa 4130 adalah 95% besi, jadi perbedaan berat untuk
ketebalan yg sama bisa diabaikan) makan bisa jadi frame D malah akan
lebih lemah apabila faktor2 yg lain ikut dimasukkan.

Faktor2 lain itu apa aja?
Well,... peran paling besar akan dimainkan oleh desain dari frame itu
sendiri. tapi kita tidak akan membicarakan desain sekarang, melainkan
sesuai dengan topik material ini yaitu pengelasannya.

beberapa pembuat pipa akan membuat kita percaya seolah2 produk mereka yg
dibuat dan dikeraskan dengan udara akan menjadi lebih keras setelah
mengalami proses pengelasan. WOW! gimana mungkin????

kita lagi membicarakan pipa yang mempunyai tensile strength paling
tinggi, hampir 2x pipa2 biasa yg tanpa standar ANSI. pipa2 ini mungkin
dijual sebagai pipa 'seamless' yg artinya pipa ini dibuat dengan cara
'ditarik'/disedot dari sebuah blok baja menjadi sebuah pipa. proses ini
melalui perlakuan panas yg berulang2. proses ini tidak mudah dan sangat
mahal. semuanya hanya untuk menghindari berkurangnya kekuatan pipa
akibat proses pengelasan seperti pada pembuatan pipa dari plat....
OOITSSS... tunggu dulu. pipa seperti ini yg akan jadi lebih kuat setelah
dilas????

pipa yg dibuat dengan ditarik tadi juga melalui berbagai macam perlakuan
panas supaya kita bisa memperoleh sifat yg luar biasa dari baja tadi.
tapi pada saat kita mengelas, kita justru mengurangi sifat tadi tanpa
adanya perbaikan apapun. trus dimananya yg bikin setelah dilas malah
makin kuat?

kalo kita lihat lagi iklan2, maka kita akan tau bahwa 'lebih
kuat'/stronger itu tidak dijelaskan secara lebih spesifik. kuat
gimananya... ato apalah.... Bukan berarti pipa2 tadi kualitasnya
tembelek, tapi ini artinya bahwa sebaiknya kita jangan terlalu cepat
percaya iklan...

banyak/kalo ngga semua frame2 mahal biasanya pake pipa yg double butted.
Butted tuh apaan sihhh?? Butting adalah bentuk bagian dalam pipa dimana
pipa menjadi lebih tebal di beberapa area dan menjadi lebih tipis di
area yg lain. Single butted artinya, pipa menjadi lebih tebal hanya
disatu sisi, double butted pipa tebal dikedua sisi.
butted tubes artinya pipa menjadi lebih tebal didaerah tempat las dan
menjadi lebih tipis ditengah2 untuk mengurangi berat. tapi itu artinya
juga bahwa pipa kan semakin mudah penyok apabila kita menjatuhkan sepeda
kita ditengah2.

kesimpulannya...

kalau pembuat pipa untuk frame kita berani mempertaruhkan namanya demi
reputasi, maka itu adalah hal yg bagus. perusahaan seperti Reynolds
sudah membuat pipa2 bagus sejak lama sekali dan reputasi mereka
bergantung kepada bagaimana mereka mempertahankan kualitasnya.
tapi sej`k pipa2 tersebut meninggalkan pabrik, maka pembuat tidak punya
kontrol terhadap apa dan bagaimana pipa tadi akan digunakan.
misalnya kalau pembuat frame memakai pipa yg terlalu tipis dan mengelas
secara ngawur, maka pipa terbaik didunia juga cuma akan jadi frame
sampah yg dipake sekali langsung patah. sebaliknya beberapa perusahaan
bisa cuma menggunakan pipa biasa, namun dengan design frame yg bagus dan
quality control yg tinggi, mereka dapat membuat frame yg bagus dan dapat
tahan lama.

pakai pipa yg bagus tuh menyenangkan tapi dia tidak bisa menutup desain
dan proses produksi yg jelek. kalau sebuah perusahaan tidak pernah
membuat frame yg bagus, kemudian mereka pake pipa terbaik seduni
setengah juga ngga akan ada bedanya. atau juga kalau sebuah frame
sepertinya terlalu indah untuk jadi nyata seperti beratnya lebih ringan
dari kentut, maka mungkin frame itu juga gak akan bisa bertahan lebih
lama dari trendnya...
sebaliknya kalau sebuah perusahaan dengan reputasi tinggi membuat frame
menggunakan bahan yg bagus maka itu adalah jalan keluar yg paling
bagus... kalo kita mampu mengeluarkan uang untuk membelinya.


tambahan:
chromoly ga bisa dibedakan hanya dengan dilihat, dipegang atau ditimbang
beratnya. cara paling gampang ya dilihat sertifikatnya atau nomor seri
material yg ada di atas pipanya (Quamen saya ada nomor serinya 'MIL-SPEC
CHROMO 4130')

biasanya Chromoly dari frame buatan taiwan (biasanya pake chromoly
jepang merk Sanko) pake butted tubes, sebaliknya US made frames pake
chromo USA ngga pernah pake teknik butting. soalnya diyakini chromo USA
lebih tinggi kualitas materialnya sehingga dengan berat yg sama mereka
gak perlu bikin butting.

Terimakasih telah berkunjung :)
dan untuk Menghargai jasa penulis silahkan klik salah satu iklan dibawah!